Macammacam surah-surah Al-Qur’an terdiri dari emapat macam, yaitu: A. Surah-Surah Makkiyah Murni Yaitu surah-surah yang bersetatus makiyah saja, tidak ada satupun yang madaniyah, contohnya : Al-alaq, Al-Mudatssir, Al-Qiyamah dsb. B. Surah-Surah madaniyah murni Yaitu surah-surah yang bersetatus madaniyah saja, tidak ada satupun yang makiyah Makkiyahmadaniyah merupakan istilah yang dipopulerkan para ulama dalam membedakan ayat-ayat al-Qur’an sesuai dengan tempat turun ayat al-Qur’an. Pembahasan mengenai surah makkiyah-madaniyah, tidak ada ayat al-Qur’an atau hadis yang khusus menjelaskan tentang makkiyah dan madaniyah. Menurut Qadhi Abu Bakar dalam kitabnya al Metodeatau cara untuk dapat mengetahui dan sekaligus membedakan surah atau ayat makiyah dan madaniyah, sebagian besar pengkaji menyandarkan diri, pertama-tama pada riwayat-riwayat dan nash-nash naqli yang mengisahkan suatu ayat atau surah, atau menunjukkan pada waktu atau tempat turunnya ayat, atau berupa Asbab Al-Nuzul, serta bersandar kepada Fast Money. - Surah-surah dalam Al-Quran dibedakan menjadi 2 berdasarkan tempat turunnya, yakni surah Makkiyah dan surah Madaniyah. Sesuai namanya, surah Makkiyah adalah surah yang diturunkan Makkah, sedangkan surah Madaniyah adalah surah yang diturunkan di Madinah. Lantas, apa ciri-ciri dan perbedaan kedua jenis surah tersebut?Dikutip dari laman MUI Online, meskipun disebut surah Makkiyah, tidak berarti seluruh ayat pada surah tersebut turun di Makkah. Begitu pula dengan surah Madaniyah, tidak berarti keseluruhan ayat pada surah tersebut turun di Madinah. Penyebutan di atas didasarkan pada mayoritas turunnya ayat dalam surah-surah tersebut. Artinya, sebagian besar ayat-ayat surah Makkiyah diturunkan selama periode Makkah. Demikian juga umum, penurunan Al-Quran berlangsung secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Para ulama membagi masa turunnya Al-Quran menjadi dua periode, yakni periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 13 tahun masa kenabian Rasulullah SAW. Surah-surah yang turun pada dalam waktu 13 tahun awal Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di gua Hira tergolong surah Makkiyah. Sementara itu, periode Madinah dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun. Setelah hijrah, surah-surah yang turun pada kurun waktu itu disebut surah Madaniyah. Ciri dan Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah Untuk mengetahui perbedaan surah Makkiyah dan Madaniyah, perlu diketahui ciri-ciri kedua jenis surah umum, surah Makkiyah terdiri dari ayat-ayat yang pendek serta menjelaskan tentang akidah dan keimanan. Sementara itu, surah Madaniyah membahas tentang muamalah dan perkara Surah Makkiyah dalam Al-Quran Ciri-ciri surah Makkiyah di antaranya adalah sebagai berikut Surah Makkiyah didominasi oleh ayat-ayat pendek. Surah Makkiyah didominasi oleh pembahasan mengenai masalah akidah. Setiap surah yang di dalamnya mengandung ayat sajdah adalah surah Makkiyah. Setiap surah di dalamnya dinyatakan lafal "Kallâ" adalah surah Makkiyah. Lafal itu dinyatakan sebanyak 33 kali dalam 15 surah. Setiap surah yang didahului dengan panggilan "Yâ Ayyuhâ an-Nâs" Wahai Manusia atau "Yâ Banî Adam" Wahai Anak Adam. Setiap surah yang diawali dengan "Fawatih as-suwar" adalah surah Makkiyah. Setiap surah yang mengandung kisah-kisah Nabi dan umat terdahulu, kecuali kisah Adam dan Iblis yang disebutkan dalam surah Al-Baqarah adalah Makkiyah. Baca juga Apa 4 Fungsi Hadis terhadap Al-Quran dan Contoh Penerapannya Dalil-Hadis Bulan Muharram di Al Quran & Keutamaan Puasa Muharam Ciri-ciri surah Madaniyah dalam Al-Quran Berikut ini ciri-ciri surah Madaniyah dalam Al-Quran. Surah Madaniyyah didominasi oleh ayat-ayat yang panjang; Surah Madaniyah didominasi oleh pembahasan mengenai masalah sosial kemasyarakatan dan hukum; Lazimnya didahului dengan panggilan "Yâ Ayyuhâ al-Ladzîna Amanû" Wahai orang-orang yang beriman, kecuali pada tujuh tempat, antara lain Surah Al-Baqarah ayat 21 Surah An-Nisâ ayat 1 Surah Al-Hujurât ayat 13 Surah Al-Baqarah ayat 168 Surah An-Nisâ ayat 133 Surah Al-Hajj ayat 1. Pada ayat tersebut digunakan panggilan "Yâ Ayyuhâ an-Nâs" Wahai Manusia; Surah-surah Madaniyah menyebutkan tentang orang-orang munafik, kecuali surah Al-Ankabut. Dikutip dari buku Ulumul Quran 2011 yang ditulis Ahmad Izzan, cara mengidentifikasi ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah dalam Al-Quran tidaklah mudah. Ulama tafsir berusaha melakukan identifikasi dengan dua cara, yakni riwayat dan analogi hasil ijtihad qiyas al-ijtihad. Pertama, cara mengidentifikasinya didapatkan dari informasi para sahabat yang mengatakan tentang turunnya ayat-ayat atau riwayat tabiin yang mendengar langsung dari sahabat mengenai turunnya ayat-ayat Al-Quran tersebut. Kedua, tidak setiap ayat memiliki riwayat asbabun nuzul atau kejelasan tempat turunnya sehingga cara yang bisa ditempuh adalah memperhatikan ciri-ciri ayat Makkiyah atau Madaniyah pada ayat tertentu sebagaimana terlihat dalam ciri-ciri surah Makkiyah dan Madaniyah di atas. - Sosial Budaya Kontributor Nurul AzizahPenulis Nurul AzizahEditor Abdul Hadi Di dalam Al Qur’an terdapat 114 surah. Surah-surah tersebut terbagi menjadi dua yaitu Makkiyyah dan Madaniyyah. Pembagian ini terkait dengan tempat dan waktu penurunan surah tersebut. Makkiyyah adalah surah yang diturunkan di Makkah al-Mukarramah atau sebelum Nabi Muhammad hijrah dan Madaniyyah adalah surah yang diturunkan di Madinah Al Munawwarah atau sesudah Nabi Muhammad Hijrah. Perbedaan Surah Makkiyah dan Madaniyyah Perbedaan dari segi konteks kalimat Sebagian besar surat Makkiyah mempunyai cara penyampaian yang keras dalam konteks pembicaraan karena ditujukan kepada orang-orang yang mayoritas adalah pembangkang lagi sombong dan hal tersebut sangat pantas bagi mereka. Bacalah surat Al-Muddatstsir dan Al-Qamar. Sedangkan sebagian besar surat Madaniyyah mempunyai penyampaian lembut dalam konteks pembicaraan karena ditujukan kepada orang-orang yang mayoritas menerima dakwah. Bacalah surat Al-Ma’idah! Sebagian besar surat Makkiyah pendek dan di dalamnya banyak terjadi perdebatan antara para Rasul dengan kaumnya, karena kebanyakan ditujukan kepada orang-orang yang memusuhi dan menentang, sehingga konteks kalimat yang digunakan disesuaikan dengan keadaan mereka. Baca surat Ath-Thur! Adapun surat Madaniyyah kebanyakan panjang dan berisi tentang hukum-hukum tanpa ada perdebatan karena keadaan mereka yang menerima. Baca ayat dain ayat tentang hutang pada surat Al-Baqarah ayat 282. Perbedaan dari segi tema Sebagian besar surat Makkiyah bertemakan pengokohan tauhid dan aqidah yang benar, khususnya berkaitan dengan tauhid uluhiyah dan penetapan iman kepada Hari Kebangkitan karena kebanyakan yang diajak bicara mengingkari hal itu. Sedangkan sebagian besar ayat Madaniyyah berisi perincian ibadah-ibadah dan mu’amalah karena keadaan manusia waktu itu jiwanya telah kokoh dengan tauhid dan aqidah yang benar, sehingga membutuhkan perincian tentang berbagai ibadah dan mu’amalah. Dalam ayat Madaniyyah banyak disebutkan tentang jihad, hukum-hukumnya dan keadaan orang-orang munafiq karena keadaan yang menuntut demikian dimana pada masa tersebut telah disyari’atkan jihad dan mulai bermunculan orang-orang munafiq. Berbeda dengan isi ayat Makkiyah. Faedah Mengetahui Surat Madaniyyah dan Makkiyyah Mengetahui surat Madaniyyah dan Makiyah merupakan salah satu bidang ilmu Al-Qur’an yang penting karena di dalamnya terdapat beberapa manfaat 1- Bukti ketinggian bahasa Al-Qur’an. Di dalam Al-Qur’an Allah Azza wa Jalla mengajak bicara setiap kaum sesuai keadaan mereka baik dengan penyampaian yang keras maupun lembut. 2- Tampaknya hikmah pembuatan syari’at ini. Hal tersebut sangat nyata dimana Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur dan bertahap sesuai keadaan umat pada masa itu dan kesiapan mereka di dalam menerima dan melaksanakan syari’at yang diturunkan. 3- Pendidikan terhadap para da’i di jalan Allah Azza wa Jalla dan pengarahan bagi mereka agar mengikuti metode Al-Qur’an dalam tata cara penyampaian dan pemilihan tema yakni memulai dari perkara yang paling penting serta menggunakan kekerasan dan kelembutan sesuai tempatnya. 4- Pembeda antara nasikh hukum yang menghapus dengan mansukh hukum yang dihapus. Seandainya terdapat dua ayat yaitu Madaniyyah dan Makiyah yang keduanya memenuhi syarat -syarat naskh penghapusan maka ayat Madaniyyah tersebut menjadi nasikh bagi ayat Makiyah karena ayat Madaniyyah datang belakangan setelah ayat ini daftar 114 surah dalam Al-Qur’an berdasarkan tempat turunnya; Mekkah dan Madinah. Surah-surah Makkiyah dan Madaniyah bahasa Arab السور المکیة و المدنیة adalah sebuah istilah dan ungkapan di bidang jurusan Ulumul Quran dan sebagian dari cabang-cabang kajian Islam dan yang dimaksud darinya adalah dua bagian dari surah-surah Alquran yang berkaitan dengan tempat penurunannya. Mekah dan Madinah adalah dua tempat turunnya ayat-ayat Alquran al-Karim dan mengenal ayat-ayat yang turun di dua kota ini termasuk dari kekhawatiran umat Islam sejak abad-abad permulaan hingga hari ini dan menyebabkan munculnya sebuah ilmu baru dengan nama "Ilmu al-Makki wa al-Madani". Tentunya untuk menentukan manakah yang termasuk ayat-ayat dan surah-surah Makkiyah dan Madaniyyah? Adakah cara dan tolok ukur untuk membedakan antara dua periode penurunan tersebut? Apa kriteria-kriteria ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyyah?, itu semua termasuk dari pembahasan-pembahasan terpenting tentang ilmu ini yang mana menurut keyakinan para cendekiawan Ulumul Quran mempelajarinya adalah hal yang termulia dan paling bermanfaatnya bagian dari Ulumul Quran. Jumlah Surah-surah Makkiyah dan Madaniyyah serta Hal-hal yang Membedakannya No. Nama Urutan Tempat Turun 1 Surah Al-Fatihah Pembukaan 5 Mekkah? 2 Surah Al-Baqarah Sapi Betina 87 Madinah 3 Surah Ali Imran Keluarga Imran 89 Madinah 4 Surah An-Nisa Wanita 92 Madinah 5 Surah Al-Maidah Jamuan 112 Madinah 6 Surah Al-An'am Binatang Ternak 55 Mekkah 7 Surah Al-A'raf Tempat yang tertinggi 39 Mekkah 8 Surah Al-Anfal Harta rampasan perang 88 Madinah 9 Surah At-Taubah Pengampunan 113 Madinah 10 Surah Yunus 51 Mekkah 11 Surah Hud 52 Mekkah 12 Surah Yusuf 53 Mekkah 13 Surah Ar-Ra'd Guruh 96 Madinah? 14 Surah Ibrahim 72 Mekkah 15 Surah Al-Hijr 54 Mekkah 16 Surah An-Nahl Lebah 70 Mekkah 17 Surah Al-Isra' Memperjalankan di waktu malam 50 Mekkah 18 Surah Al-Kahf Penghuni-penghuni gua 69 Mekkah 19 Surah Maryam 44 Mekkah 20 Surah Thaha 45 Mekkah 21 Surah Al-Anbiya Nabi-Nabi 73 Mekkah 22 Surah Al-Hajj Haji 103 Madinah 23 Surah Al-Mukminun Orang-orang mukmin 74 Mekkah 24 Surah An-Nur Cahaya 102 Madinah 25 Surah Al-Furqan Pembeda 42 Madinah 26 Surah Asy-Syu'ara Penyair 47 Mekkah 27 Surah An-Naml Semut 48 Mekkah 28 Surah Al-Qashash Cerita 49 Mekkah 29 Surah Al-Ankabut Laba-laba 85 Mekkah 30 Surah Ar-Rum Bangsa Romawi 84 Mekkah 31 Surah Lukman 57 Mekkah 32 Surah As-Sajdah 75 Mekkah 33 Surah Al-Ahzab Golongan-Golongan yang bersekutu 90 Madinah 34 Surah Saba' Kaum Saba' 58 Mekkah 35 Surah Fathir Pencipta 43 Mekkah 36 Surah Yasin 41 Mekkah 37 Surah Ash-Shaffat Barisan-barisan 56 Mekkah 38 Surah Shad 38 Mekkah 39 Surah Az-Zumar Rombongan-rombongan 59 Mekkah 40 Surah Ghafir Sang Pengampun dosa 60 Mekkah 41 Surah Fusshilat Yang dijelaskan 61 Mekkah 42 Surah Asy-Syura Musyawarah 62 Mekkah 43 Surah Az-Zukhruf Perhiasan 63 Mekkah 44 Surah Ad-Dukhan Kabut 64 Mekkah 45 Surah Al-Jatsiyah Yang bertekuk lutut 65 Mekkah 46 Surah Al-Ahqaf Bukit-bukit pasir 66 Mekkah 47 Surah Muhammad 95 Madinah 48 Surah Al-Fath Kemenangan 111 Madinah 49 Surah Al-Hujurat Kamar-kamar 106 Madinah 50 Surah Qaf 34 Mekkah 51 Surah Adz-Dzariyat Angin yang menerbangkan 67 Mekkah 52 Surah Ath-Thur Bukit 76 Mekkah 53 Surah An-Najm Bintang 23 Mekkah 54 Surah Al-Qamar Bulan 37 Mekkah 55 Surah Ar-Rahman Yang Maha Pemurah 97 Madinah? 56 Surah Al-Waqi'ah Hari Kiamat 46 Mekkah 57 Surah Al-Hadid Besi 94 Madinah 58 Surah Al-Mujadilah Wanita yang mengajukan gugatan 105 Madinah 59 Surah Al-Hasyr Pengusiran 101 Madinah 60 Surah Al-Mumtahanah Wanita yang diuji 91 Madinah 61 Surah Ash-Shaff Satu barisan 109 Madinah? 62 Surah Al-Jumu'ah 110 Madinah 63 Surah Al-Munafiqun Orang-orang yang munafik 104 Madinah 64 Surah At-Taghabun Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan 108 Madinah? 65 Surah Ath-Thalaq Talak 99 Madinah 66 Surah At-Tahrim Mengharamkan 107 Madinah 67 Surah Al-Mulk Kerajaan 77 Mekkah 68 Surah Al-Qalam Pena 2 Mekkah 69 Surah Al-Haqqah Hari kiamat 78 Mekkah 70 Surah Al-Ma'arij Tempat naik 79 Mekkah 71 Surah Nuh 71 Mekkah 72 Surah Al-Jin 40 Mekkah 73 Surah Al-Muzammil Orang yang berselimut 3 Mekkah 74 Surah Al-Muddatsir Orang yang berkemul 4 Mekkah 75 Surah Al-Qiyamah 31 Mekkah 76 Surah Al-Insan Manusia 98 Madinah 77 Surah Al-Mursalat Malaikat-Malaikat Yang Diutus 33 Mekkah 78 Surah An-Naba Berita besar 80 Mekkah 79 Surah An-Nazi'at Malaikat-Malaikat Yang Mencabut 81 Mekkah 80 Surah 'Abasa Ia Bermuka masam 24 Mekkah 81 Surah At-Takwir Menggulung 7 Mekkah 82 Surah Al-Infithar Terbelah 82 Mekkah 83 Surah Al-Muthaffifin Orang-orang yang curang 86 Mekkah? 84 Surah Al-Insyiqaq Terbelah 83 Mekkah 85 Surah Al-Buruj Gugusan bintang 27 Mekkah 86 Surah Ath-Thariq Yang datang di malam hari 36 Mekkah 87 Surah Al-A'la Yang paling tinggi 8 Mekkah 88 Surah Al-Ghasyiyah Hari Pembalasan 68 Mekkah 89 Surah Al-Fajr Fajar 10 Mekkah 90 Surah Al-Balad Negeri 35 Mekkah 91 Surah Asy-Syams Matahari 26 Mekkah 92 Surah Al-Lail Malam 9 Mekkah 93 Surah Al-Dhuha Waktu matahari sepenggalahan naik 11 Mekkah 94 Surah Al-Insyirah Melapangkan 12 Mekkah 95 Surah At-Tin Buah Tin 28 Mekkah 96 Surah Al-'Alaq Segumpal Darah 1 Mekkah 97 Surah Al-Qadr Kemuliaan 25 Mekkah? 98 Surah Al-Bayyinah Pembuktian 100 Madinah? 99 Surah Az-Zalzalah Kegoncangan 93 Madinah? 100 Surah Al-'Adiyat Berlari kencang 14 Mekkah 101 Surah Al-Qari'ah Peristiwa Menggetarkan 30 Mekkah 102 Surah At-Takatsur Bermegah-megahan 16 Mekkah 103 Surah Al-'Ashr Masa/Waktu 13 Mekkah 104 Surah Al-Humazah Pengumpat 32 Mekkah 105 Surah Al-Fil Gajah 19 Mekkah 106 Surah Quraisy 29 Mekkah 107 Surah Al-Ma'un Barang-barang yang berguna 17 Mekkah 108 Surah Al-Kautsar Nikmat yang berlimpah 15 Mekkah 109 Surah Al-Kafirun Orang-orang kafir 18 Mekkah 110 Surah An-Nashr Pertolongan 114 Madinah 111 Surah Al-Masad Gejolak Api/ Sabut 6 Mekkah 112 Surah Al-Ikhlash 22 Mekkah? 113 Surah Al-Falaq Waktu Subuh 20 Mekkah? 114 Surah An-Nas Manusia 21 Mekkah? Semua berkata bahwa jumlah surah-surah Madaniyyah adalah 20 surah dan yang menjadi perbedaan adalah 12 surah dan selainnya adalah termasuk surah-surah Makkiyah. Surah-surah Madaniyyah yang disepakati oleh semua ulama adalah surah Al-Baqarah, surah Al-Maidah, surah An-Nur, surah Al-Fath, surah Al-Mujadalah, surah Al-Jumu'ah, surah At-Tahrim, surah Ali Imran, surah Al-Anfal, surah Al-Ahzab, surah Al-Hujurat, surah Al-Hasyr, surah Al-Munafiqun, surah An-Nashr, surah An-Nisa, surah At-Taubah, surah Muhammad, surah Al-Hadid, surah Al-Mumtahanah dan surah Ath-Thalaq. Surah-surah yang menjadi perselisihan diantara para ulama adalah surah Al-Fatihah, surah Ash-Shaff, surah Ar-Ra'd, surah At-Taghabun, surah Ar-Rahman, surah Al-Muthaffifin, surah Al-Qadr, surah Al-Bayyinah, surah Az-Zalzalah, surah Al-Ikhlash, surah Al-Falaq dan surah An-Nas. Berdasarkan hal ini, sisa dari surah-surah Alquran lainnya terhitung surah-surah Makkiyah dan jumlahnya adalah 82 surah. [1] Kriteria-kriteria dan tolok ukur mengenal Surah-surah Makkiyah dan Madaniyyah Dalam hal ini ulama membagi pada 3 kriteria Kriteria waktu Sebagian berpendapat bahwa setiap yang turun pada masa sebelum hijrahnya Nabi Muhammad saw adalah surah-surah Makiyyah dan setiap yang turun setelah hijrah adalah surah-surah Madaniyyah. Kriteria tempat Sebagian berkata bahwa surah-surah yang turun di Mekah adalah Makkiyyah dan surah-surah yang turun di Madinah adalah surah-surah Madaniyyah. Demikian juga, surah-surah yang turun di sekitar daerah Mekah adalah surah-surah Makkiyyah dan surah-surah yang turun di sekitar daerah Madinah adalah surah-surah Madaniyyah. Kriteria mukhatab audiens Sebagian memperhatikan pada yang diajak bicara oleh wahyu dan mereka berkata Apabila surah itu diperuntukkan bagi masyarakat Mekah maka surah itu adalah termasuk surah-surah Makkiyah dan jika surah-surah itu diperuntukkan bagi penduduk Madinah, maka surah-surah itu Madaniyyah. Kriteria untuk mengetahuinya adalah jika surah-surah itu menggunakan "Ya Ayyuhan Nas" adalah Makiyyah dan jika menggunakan "Ya Ayyuhalladzina Amanu" adalah Madaniyyah. Sebagaimana banyak dikatakan oleh para peneliti Alquran bahwa kriteria-kriteria terbaik dalam menentukan Makiyyah atau Madaniyyahnya sebuah surah dalam tiga kriteria di atas adalah kriteria pertama. [2] Metode-metode untuk Mengenal surah-surah Makkiyah dan Madaniyyah Cara terpenting untuk mengenal ayat ini melalui riwayat-riwayat dari Nabi Muhammad saw, para Imam as dan sahabat. Terkait dengan hal ini sangat penting untuk mengenal hadis-hadis dan riwayat-riwayat yang sesuai dengan ilmu "Dirayah Hadits". Apabila cara pertama naqli dan riwayat tidak cukup, para peneliti Alquran menggunakan cara qiyasi dan ijtihadi ijithadi yang akli. Dalam hal ini, para peneliti harus meneliti kriteria-kriteria ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyyah yang diterima oleh semua kalangan, kemudian berijtihad berkaitan dengan ayat-ayat yang menjadi perselisihan dan melakukan qiyas terhadap ayat-ayat yang disebutkan, kemudian akan dapat diketahui ayat-ayat yang diperselisihkan apakah Makkiyah atau Madaniyah. [3] Kriteria Penamaan Makkiyah dan Madaniyyah Berdasarkan kriteria ketiga kriteria tempat, semua ayat pada sebagian surah turun sebelum hijrah Nabi ke Madinah, dan atas dasar ini surah itu disebut surah Makkiyah. Selain itu, pada sebagian surah, seluruh ayat-ayatnya turun setelah hijrah ke Madinah, dan atas dasar ini dinamakan surah Madaniyyah. Dengan semua itu, pada sebagian surah, ayat-ayat permulannya turun di Mekah dan ayat-ayat pertengahan atau penghujungnya turun di Madinah, maka dalam kondisi ini untuk mengetahui Makkiyah dan Madiniyyahnya surah adalah harus melihat jumlah yang terbanyak dari ayat-ayat Makkiyah atau Madaniyyah. Sebagian dari para peneliti Alquran berkaitan dengan hal ini meyakini bahwa yang menentukan Makkiyah dan Madaniyyahnya sebuah surah adalah bukan jumlah yang terbanyak dari ayat-ayat Makkiyah atau Madaniyyahnya, akan tetapi yang menentukan itu adalah Makkiyah atau Madaniyyahnya ayat-ayat permulaannya.[4] Ciri-ciri Surah-surah Makkiyah dan Madaniyyah Untuk menentukan surah-surah Makkiyah dan Madaniyyah berdasarkan isi dan konten surah, telah disebutkan beberapa tolok ukur dan parameter. Atas dasar ini, surah-surah Makkiyah biasanya pendek dan berbicara tentang Tauhid dan penafian syirik serta tidak banyak menyinggung masalah pensyariatan dan perundang-undangan. Sementara surah-surah Madaniyyah adalah surah-surah yang lebih panjang dan lebih banyak terlihat di dalamnya tentang penjelasan undang-undang dan hukum-hukum syariat. Ciri-ciri surah-surah Makkiyah Terdapat sujud dalam surah-surah ini; Setiap surah yang terdapat lafadz ‌کلّا‌» adalah Makkiyah; Diawali dengan huruf-huruf muqatha'ah terputus seperti"الم، الر، طسم، حم، ق"، dan "ن‌"; Surah-surah Makkiyah adalah pendek-pendek; Ayat-ayat Makkiyah pada umumnya berkenaan dengan tauhid dan upaya pembersihan masyarakat dari penyembahan berhala dan syirik; Tasyri' dan pensyariatan hukum dalam ayat-ayat ini sangat sedikit; Pada ayat-ayat ini banyak mengandung kisah-kisah mengenai riwayat hidup dan kisah-kisah para Nabi; Pada ayat-ayat ini banyak mengandung mukjizat dan kefasihan yang kuat; Ayat-ayat ini mempunyai audiens khusus seperti ‌یا بنی آدم‌» dan ‌یا ایها الناس‌. [5] Ciri-ciri Surah-surah Madaniyyah Terdapat kewajiban-kewajiban dan hukum-hukum dalam surah-surah ini; Surah-surah Madaniyyah pada umumnya panjang-panjang; Ayatnya panjang-panjang; Menjelaskan aturan-aturan kota, pengadilan, kemasyarakatan, pemerintahan, aturan-aturan peperangan dan perdamaian yang merupakan ciri-ciri terpenting surah-surah Madaniyyah; Ayat-ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang beriman ‌یا ایها الذین آمنوا‌»; Ayat-ayat ini menjelaskan tentang akidah-akidah Ahli Kitab dan mengajak mereka kepada agama Islam; Menjelaskan keadaan-keadaan dan tindakan-tindakan kaum Munafik dan sikap kaum Muslimin dan Nabi saw terhadap mereka; Ciri-ciri ini bukanlah merupakan ciri-ciri yang pasti dan tetap dan pada keduanya terdapat pengecualian. Misalnya surah Al-Baqarah walaupun berisi tentang kisah Nabi Adam, tapi bukanlah surah Makkiyah, padahal jika sesuai dengan keriteria-keriteria di atas, maka seharusnya merupakan surah Madaniyyah. Demikian juga surah An-Nashr walaupun semua ayat-ayatnya adalah merupakan ayat-ayat yang pendek dan memiliki ciri-ciri surah Makkiyah, namun turun di Madinah. [6] Manfaat Mengenal Makiyyah dan Madaniyyah Membantu dalam menafsirkan Alquran. Dari sisi bahwa untuk memahami ketelitian ayat-ayat dan isyarat-isyaratnya memiliki hubungan yang erat dengan tempat, maka penting bagi para mufassir untuk mengenal ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyyah; Dari sisi bahwa untuk membedakan antara ayat-ayat yang nasikh yang menghapus dan mansukh yang dihapus hukumnya yang merupakan hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat dalam Ulumul Quran memerlukan pengenalan terhadap ayat-ayat sebelumnya dan ayat-ayat setelahnya, maka ayat-ayat Makiyyah dan Madaniyyah merupakan sebuah mukadimah yang sangat penting dalam membedakan antara ayat-ayat nasikh dan mansukh; Mengenal tahapan penyempurnaan pensyariatan dan penetapan hukum; Mengetahui bagaimana turunnya Alquran dan membantu mengetahui asbab Nuzul yang juga merupakan bagian dari Ulumul Quran; Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan sirah perjalanan Nabi Muhammad saw. [7] Catatan Kaki ↑ Farzad Haji Mirzai, Madkhal Makkiyah wa Madaniyyah dar Dānesh Nāmeh Quran wa Qurān Pazuhi, hal. 2145. ↑ Farzad Haji Mirzai, Madkhal Makkiyah wa Madaniyyah dar Dānesh Nāmeh Qurān wa Qurān Pazuhi, jld. 2, hal. 2145. ↑ Farzad Haji Mirzai, Madkhal Makkiyah wa Madaniyyah dar Dānesh Nāmeh Qurān wa Qurān Pazuhi, jld. 2, hal. 2145-2146. ↑ Haji Mirzai, Makki wa Madani, hal. 2146. ↑ Farzad Haji Mirzai, Makki wa Madani dar Dānesh Nāmeh Qurān wa Qurān Pazuhi, jld. 2, hal. 2146. ↑ Farzad Haji Mirzai, Makki wa Madani dar Dānesh Nāmeh Qurān wa Qurān Pazuhi, jld. 2, hal. 2146. ↑ Farzad Haji Mirzai, Makki wa Madani dar Dānesh Nāmeh Qurān wa Qurān Pazuhi, jld. 2, hal. 2146. Daftar Pustaka Haji Mirzai, Farzad. Makki wa Madani dar Dānesh Nāmeh Qurān wa Qurān Pazuhi. Riset Bahauddin Khuramsyahi. Teheran Dustan-Nahid, 1377 HS. vte IslamAlquran al-Karim Surah-surah Al-Quran • Terjemahan Al-Quran • Tafsir-tafsir Al-Quran • Para Mufasir • Makki dan Madani • Sebab-sebab Turunnya Al-Quran • Nasikh dan Mansukh • Ulumul Quran • Umum dan Khusus • Muhkam dan Mutasyabih • Kemukjizatan Al-Quran • Kisah-kisah Al-Quran • TartilNabi Saw Peperangan yang diikuti Nabi • Peperangan yang tidak diikuti Nabi • Bi'tsahAhlulbait as Hadis Tsaqalain • Imam Ali as • Sayidah Fatimah Sa • Para Imam Syiah • Ashab Kisa' • Mubahalah • Imam Hasan as • Imam Husain as • Imam Sajjad as • Imam Baqir as • Imam Shadiq as • Imam Kazhim as • Imam Ridha as • Imam Jawad as • Imam Hadi as • Imam Hasan Askari as • Imam Mahdi Ajf Mazhab-mazhab UtamaSyiah Ushul Tauhid • Kenabian • Ma'ad • Keadilan • Imamah Cabang-cabang Agama Salat • Puasa • Khumus • Zakat • Haji • Jihad • Amar Makruf • Nahi Mungkar • Tawalli • TabarriSunni Ushul Tauhid • Kenabian • Ma'ad • Cabang-cabang Agama Salat • Puasa • Zakat • Haji • JihadPara Cendekiawan Para Pujangga • Para Kaum Ushul • Para Medis • Para Penyair • Fuqaha • Para Filosof • Para Teolog • Para Mufassir • Para Astronom • Para Ahli Nahwu • Para ArifSejarahDinasti Syi'i Al-Buyah • Shafawiyah • Hamdaniyah • Idrisiyah • Al KiyaDinasti Sunni Bani Umayyah • Bani Abbas

makalah ayat makiyah dan madaniyah