KumpulanSoal Elektronika Dasar Beserta Pembahasan Lengkap. Mengenal Sejarah Asal Mula Listrik. d. Arus llistrik yang mengalir pada suatu percabangan sama dengan arus yang keluar dari percabangan. e. Dalam rangkaian loop tertutup, Arus listrik yang masuk ke percabangan Dan yang keluar percabangan sama dengan nol.
Gambarrangkaian listrik diatas merupakan contoh gambar . answer choices Pada rangkaian listrik tersebut, baterai disusun secara. answer choices . seri. paralel. bersusun. bersambung. Tags: Baterai pada rangkaian listrik berfungsi sebagai . answer choices . penyalur energi. penyedia energi.
Ketigahambatan disusun secara paralel: 1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 1/Rp = 1/3 + 1/4 + 1/6 1/Rp = (4 + 3 + 2)/12 Elemen Aktif merupakan jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika yang dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik, serta dapat mengubah energi dari satu bentuk ke
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Assalammualaikum Temen-temenSiapa diantara kalian yang belum tau apa itu listrik?Nah perlu diketahui bahwa Listrik ini sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari, tanpa listrik lampu-lampu yang berada dirumah kita maupun jalan tidak akan menyala, tanpa listrik tidak akan ada yang bisa menonton tv, dan tanpa listrik bumi akan gelap gulita di malam jadinya kita hidup tanpa listrik?Tidak usah dibayangkan karena itu pasti sulit 😀Kita dapat merasakan listrik berkat ilmuwan yang bernama Michael Faraday berasal dari inggris yang mendapat julukan “bapak listrik”, karena penemuan listriknya banyak digunakan dalam kehidupan terutama bidang sebenarnya masih banyak ilmuwan yang berperan aktif dalam penemuan listrik ini, namun puncaknya adalah pada saat penemuan apa sih listrik itu ?Untuk menjawab itu, kali ini kita akan membahas tentang Rangkain lampu bisa menyala?Mengapa lampu, tv, ataupun kulkas bisa menyala dan berfungsi ketika kabel dihubungkan ke stop kontak?Hal tersebut dikarenakan adanya aliran energi dalam bentuk energi listrik. Listrik ini merupakan bagian kecil dari sebuah yang telah kita ketahui bersama, stuktur atom terdiri dari proton, neutron, dan proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan dan elektron bermuatan dalam atom, elektron tampak mengelilingi inti atom proton, neutron karena muatannya berlawanan dengan proton sehingga terjadi tarik terdapat lebih dari satu atom maka elektron dapat berpindah dari atom satu ke atom lainnya, ketika proton dan elektron berpindah dengan cepat maka akan menghasilkan beberapa interaksi antara proton dan elektron, apabila terjadi perpindahan/ transfer elektron dari objek yang bermuatan negatif ke objek bermuatan positif maka disebut sebagai muatan muatan statis tidak ada aliran elektron sehingga tidak ada arus juga Hukum itu Arus Listrik ?Arus listrik merupakan elektron yang bergerak di sepanjang jalur, terlepas dari jumlah elektron yang tersebut berupa konduktor seperti alumunium, tembaga, dan perak. Itulah mengapa kabel terbuat dari tembaga agar dapat mengalirkan elektron dari sumber listrik ke objek penerima listrik. Simbol dari arus listrik adalah “I” dan alat ukur arus adalah Amperemeter. Selain arus listrik terdapat istilah voltage atau tegangan yang merupakan perbedaan potensial listrik antara dua titik rangkaian listrik. Symbol tegangan adalah “V” dan alat ukur tegangan adalah uraian diatas, maka dapat ditarik definisi Rangkaian Listrik adalah suatu jalur atau sambungan agar elektron dapat mengalir, jalur tersebut terdiri dari kumpulan elemen atau komponen listrik yang dihubungkan dengan cara penting untuk mengetahui dasar dan symbol pada rangkaian listrik. Berikut ini merupakan symbol umum yang diguanakan dalam rangkaian listrik Setelah mengetahui simbol dari rangkaian listrik, hal tersebut dapat diterapkan untuk menggambar rangkaian, seperti contoh berikutRangkaian listrik terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan cara merangkainya yaitu rangkaian listrik seri, rangkaian listrik parallel dan rangkaian campuran gabungan dari rangkaian seri dan parallel.Rangkaian Seri Rangkaian seri adalah sebuah rangkaian listrik yang elemen atau komponennya disusun secara Tiga buah hambatan yang dirangkai seri yang dihubungkan dengan baterai. Seperti gambar dibawah ini Pada rangkaian tersebut dijelaskan bahwa baterai merupakan sumber listrik yang memiliki dua kutup yaitu negatif dan harus tau bahwa elektron bergerak dari positif ke negative sehingga elektron bergerak meninggalkan kutup positif maka timbul arus listrik akan terus mengalir disepanjang jalur/kabel yang akan melewati lampu hambatan.Ketika aliran listrik melewati lampu maka lampu akan menyala dan aliran listrik akan kembali ke rangkaian diatas bahwa ternyata arus listrik yang mengalir melewati lampu 1,2, dan 3 adalah sama sehingga salah satu ciri khas rangkaian seri yaitu Nilai arus listrik sama, secara matematis dapat ditulis Itotal = I1 = I2 = I3 = …Sedangkan tegangan pada lampu 1, 2 dan 3 berbeda, namun apabila dijumlahkan akan sama dengan tegangan sumber, secara sistematis dapat ditulis Vtotal = V1 + V2 + V3 + …Hambatan total dalam rangkaian seri adalahRtotal = R1 + R2 + R3 + …Baca juga Kesetimbangan Benda Parallel Rangkaian listrik parallel adalah sebuah rangkaian listrik yang elemen atau komponennya disusun secara bercabang atau ini salah satu contoh rangkaian parallel Elektron yang bergerak dari baterai akan mengalir melalui jalur/kabel, ketika terdapat 2 cabang kabel maka arus listrik akan memecah menjadi 2 yaitu mengalir pada lampu satu dan dua, oleh karena itu pada rangkaian parallel arus listrik berbeda, secara matematis dapat ditulis Itotal = I1 + I2 + I3 + …Tetapi berbeda dengan rangkaia seri, tegangan pada rangkaian parallel sama besar sehingga secara matematis ditulis Vtotal = V1 = V2 = V3 = …Kemudian untuk mencari hambatan parallel menggunakan formula Rangkaian Campuran Rangkaian campuran adalah suatu rangkaian listrik gabungan antara rangkaian seri dan parallel menjadi satu ini contoh gambar rangkaian campuran Catatan Dalam proses perhitungan matematis suatu hambatan untuk rangkaian campuran alangkah baiknya untuk menghitung terlebih dahulu hambatan total rangkaian parallel, setelah ditemukan maka bisa langsung dijumlahkan dengan hambatan pada rangkaian seri. Rangkaian Listrik dalam Kehidupan Sehari-hari Rangkaian seri Lampu tumblr yang dirangkai seri sehingga hanya memiliki satu tombol switch untuk menyalakan semua atau mematikan semua lampuLampu TL atau Tube lamp yang merupakan lampu neon model lama masih menggunakan ballasr dan dalam boxnya menggunakan rangkaian seriDidalam sertrika terdapat rangkaian seri dengan kenis bimetal/ temperature controlRangkaian parallel Instalasi listrik rumahDistribusi listrik dari PLN ke seluruh rumah-rumahBaca juga Tekanan Soal Rangkaian Listrik 1. Perhatikan gambar dibawah tegangan sumber 20 volt, maka besar kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah ….PembahasanDiketahui R1= 6 R2= 4 R3 = 8 V = 20 VoltDitanya I=…?Jawab R1, R2, dan R3 dirangkai seri sehingga Hambatan pengganti atau total adalahR = R1+R2+R3R = 6 + 4+ 8R = 18 Sehingga kuat arus yang mengalir adalahI = V/ RI = 12 volt/ 18 I = A2. Diberikan gambar rangkaian sebagai berikut Tentukan a. Hambatan penggati/totalb. arus listrik dari rangkaian tersebutc. tegangan masing-masing resistord. Gambarkan grafik tegangan terhadap hambatanPembahasana. Karena rangkaian tersebut merupakan rangkaian seri maka R total = R1+R2+R3+R4R total = 6 +4 +5+10R total = 25 Ohmb. Arus listrik yang mengalir pada rangkaian ialah I = V/R = 15 volt/25ohm =3/5 A= Ac. Tegangan masing-masing hambatan dapat dicari dengan V1 = I x R1 = 3/5 x 6 = vV2 = I x R2 = 3/5 x 4 = vV3 = I x R3 = 3/5 x 5 = 3 vV4 = I x R4 = 3/5 x 10 = 6 vd. Grafik tegangan terhadap hambatan pada rangkaian seri Nah pada grafik diatas dapat disimpulkan bahwa pada rangkaian seri, semakin besar hambatannya maka semakin besar pula tegangannya karena kuat arusnya juga Usaha dan Perhatikan gambar berikutDalam rangkaian tersebut terdapat satu baterai dengan tegangan 24 volt, dan 10 resistor diantaranya 5 sebelah kanan, serta 5 sebelah kiri. Tentukan a. Kuat arus yang mengalirb. Tegangan pada masing-masing hambatanc. Daya pada masing-masing hambatanPembahasana. Langkah awal untuk mengetahui kuat arus adalah mencari nilai hambatan rangkaian diatas adalah rangkaian campuran, maka langkah terbaik dengan menyelesaikan terlebih dahulu rangkaian seri karena hambatan yang dirangkai seri lebih Bagian kiri > Rangkaian seriRs = R1+R2Rs = 1 + 3Rs = 4 Rs = R3+R4Rs = 4+ 2Rs = 6 > Rangkaian parallel> Rangkaian seriRtot = Rp + R5Rtot = + Rtot = 3 Bagian kanan Rs = R6 +R7Rs = 3 + 2Rs = 5Rs = R8+R9Rs = 1+4Rs =5 > Rangkaian parallel> Rangkaian seriRtot = Rp + R10Rtot = + = 3 Karena bagian kiri dan kanan dirangkai seriMaka nilai hambatan total adalah Sehingga didapatRtot = Sedangkan kuat arus yang mengalir adalahI = V/R = 24 volt / = 16 ACatatan Arus akan mengalir dengan memilih hambatan yang lebih kecil dibandingkan hambatan besar. Karena muatan tidak mengalir keluar maka arus pada rangkaian seri akan sama. Bagian kanan dan kiri adalah rangkaian yang identic, sehingga arus akan membagi secara merata pada rangkaian = 8 A untuk bagian kiri dan R10 = 8 A untuk bagian kananUntuk menghitung kuat arus masing-masing hambatan yang terangkai parallel maka menggunakan ratio dari nilai kuat arus rangkaian seriBagian kiri Sehingga Untuk R1 dan R2 kuat arusnya adalah 2/5 × 8 A = 3,2 AUntuk R3 dan R4 kuat arusnya adalah 3/5 × 8 A = 4,8 A R5 disusun sejajar/ seri dengan Rp sehinggaBagian kanan Sehingga ratio adalah ½ Kuat arus pada R6, R7,R8, dan R9 adalah½ × 8 A = 4,8 Ab. Tegangan V= IRc. Daya P = VISemoga bermanfaat. Baca juga Induksi Elektromagnetik.
College Loan Consolidation Wednesday, September 24th, 2014 - Kelas IX Rangkaian listrik adalah hubungan beberapa alat listrik yang membentuk suatu sistem kelistrikan. Rangkaian listrik dengan aliran arus listrik merupakan rangkaian listrik tertutup dan rangkaian listrik tanpa aliran listrik merupakan rangkaian listrik terbuka. Berikut gambar yang dimaksud dengan rangkaian listrik terbuka dan rangkaian listrik Rangkaian Listrik Terbuka Dan Tertutup Pada gambar rangkaian listrik terbuka lampu tidak menyala karena tidak ada aliran muatan listrik pada penghantar sebab saklar dibuka, sering disebut rangkaian terbuka. Sedangkan pada gambar rangkaian listrik tertutup lampu menyala karena ada aliran muatan listrik sebab saklar tertutup, sering disebut rangkaian tertutup. Jadi, arus listrik mengalir hanya pada rangkaian tertutup. Arus listrik muncul ketika elektron-elektron bergerak dari potensial rendah ke potensial tinggi. Arah gerakan elektron ini berlawanan dengan arah arus listrik. Jadi, akibat pergerakan elektron-elektron ini, muncul arus listrik yang arahnya dari potensial tinggi ke potensial rendah. Pada rangkaian tertutup, sumber tegangan dapat menimbulkan beda potensial dalam rangkaian. Dengan adanya perbedaan potensial ini elektron-elektron terdorong untuk bergerak dari potensial rendah kutub - ke potensial tinggi kutub +. Kondisi ini akan menimbulkan arus listrik dalam rangkaian yang arahnya dari potensial tinggi kutub + ke potensial rendah -. Kuat Arus Pada Rangkaian Listrik Besar atau kecilnya muatan listrik yang mengalir pada suatu penghantar tiap sekon disebut kuat arus listrik. Kuat arus listrik dapat diukur dengan menggunakan alat yang dinamakan amperemeter. Amperemeter disusun secara berurutan seri dalam rangkaian listrik, seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Cara mengukur arus listrik dengan ampere meter Amperemeter yang biasa digunakan di laboratorium sekolah adalah sebagai berikut. Amperemeter yang terdiri atas basikmeter ditambah shunt ammeter. Avometer singkatan dari ampere, volt, ohmmeter. Bila chanel ditunjukkan pada huruf A, maka yang terukur oleh avometer adalah kuat arus. Untuk amperemeter yang ada di dalam kit listrik, bila plat yang dapat digeser menutupi huruf V, maka huruf A yang terlihat berfungsi sebagai ammeter. Cara membaca skala pada amperemeter adalah sebagai berikut. Setelah amperemeter terpasang pada rangkaian dan saklar ditutup, maka arus listrik mengalir dan jarum amperemeter menunjuk angka tertentu sesuai dengan besar arus yang terukur. Misalnya amperemeter akan digunakan untuk mengukur kuat arus maksimum satu ampere, maka masing-masing ujung kabel dimasukkan ke angka nol dan satu. Bila jarum menunjukkan angka tertentu, misalnya angka 40 skala bawah atau 20 skala atas, maka besar arus listrik adalah dan untuk skala atas kuat arus besarnya Pada rangkaian percobaan pertama lampu pijar menyala dan jarum amperemeter menyimpang. Hal itu menunjukkan bahwa arus mengalir melalui lampu pijar. Kuat arus yang melalui lampu pijar diukur dengan amperemeter, dan satuan kuat arus adalah ampere. Apakah yang dimaksud 1 ampere itu? 1 ampere adalah besar muatan listrik 1 Coulumb yang mengalir melalui penghantar setiap 1 sekon. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut. Dimana q = muatan listrik c = Coulomb t = waktu sekon I = kuat arus listrik C/s atau A Satuan kuat arus yang lebih kecil yaitu miliampere dapat ditulis mA, mikroampere dapat ditulis μA. Hukum Kirchoff Tetang Arus Listrik Rangkaian bercabang Dalam rangkaian bercabang, kuat arus yang masuk pada titik percabangan sama besar dengan kuat arus yang keluar dari titik percabangan. Jika kuat arus yang masuk ke titik percabangan adalah I, dan arus yang keluar dari titik percabangan adalah I1, I2, I3, dan I4 maka berlaku hubungan I = I1+ I2+ I3+ I4 Persamaan ini dikenal sebagai hukum Kirchoff. Secara fisis dapat diartikan kuat arus yang masuk pada titik percabangan sama besarnya dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan. Tegangan Pada Rangkaian Listrik Tegangan listrik sering diistilahkan dengan beda potensial diberi lambang V singkatan dari Voltase yang artinya tegangan. Arus listrik mengalir dari titik A melalui lampu ke B karena ada beda potensial. Supaya arus listrik terus-menerus mengalir, maka muatan yang sampai di B harus dikembalikan di A dengan menggunakan sumber tegangan. Sedangkan untuk mengembalikan muatan listrik dari B ke A, sumber tegangan memerlukan energi. Jadi, beda potensial adalah banyaknya energi yang berfungsi untuk mengalirkan setiap Coulumb muatan dari satu titik ke titik yang lain. Apabila energi W, muatan listrik q, maka beda potensial V dapat dirumuskan Dimana W = energi, satuan Joule q = muatan, satuan Coulumb V = Beda Potensial, satuan Volt Dua titik dikatakan mempunyai beda potensial 1 Volt, apabila sumber tegangan itu mengeluarkan energi sebesar satu Joule untuk memindahkan muatan listrik sebesar satu Coulumb dari satu titik ke titik yang lain. Cara Mengukur Beda Tegangan Listrik Beda Potensial Bagaimana cara mengukur beda potensial? Ikutilah pembahasan berikut ini! Untuk mengukur beda potensial berbagai sumber listrik, misalnya baterai atau mengukur tegangan antara ujung-ujung suatu alat listrik, misalnya lampu digunakan alat ukut yang disebut Voltmeter. Voltmeter harus dipasang paralel dengan sumber listrik atau peralatan listrik yang akan diukur tegangannya. Jika kita hendak mengukur tegangan lampu pijar, digunakan dua utas kabel untuk menghubungkan paralel kedua ujung lampu pijar titik A dan B dengan kedua terminal Voltmeter, seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini. Untuk mengukur tegangan sumber listrik arus searah misalnya baterai atau aki, ujung yang potensialnya lebih tinggi harus dihubungkan ke terminal positif Voltmeter dan potensial yang lebih rendah dihubungkan ke terminal negatif Voltmeter. Baterai yang dihubungkan ke Voltmeter menghasilkan tegangan tertentu yang disebut tegangan sumber. Setelah dihubungkan dengan lampu maka tegangannya menjadi lebih kecil, tegangan dalam rangkaian tersebut dikatakan tegangan jepit. Apabila beberapa buah baterai dirangkai berurutan secara seri besar tegangannya adalah jumlah dari masing-masing tegangan baterai. Misalnya, sebuah baterai mempunyai tegangan 1,5 Volt, maka 3 buah baterai yang dirangkaikan secara seri, tegangan sumbernya menjadi 4,5 Volt. Bila ketiga baterai dirangkai sejajar paralel, tegangan sumbernya tetap 1,5 Volt tapi waktu pemakainnya tiga kali lebih lama. Secara matematis ditulis sebagai berikut Etot = untuk rangkain seri Etot = E untuk rangkain paralel Dimana n = jumlah baterai Hubungan Antara Kuat Arus dan Tegangan Listrik Hubungan antara kuat arus dengan tegangan listrik merupakan karakteristik penting yang berkaitan dengan berbagai peralatan listrik. Bagaimanakah bentuk hubungan arus listrik dengan tegangan atau beda potensial? Orang yang pertama kali menyatakan hubungan kuat arus dengan beda potensial adalah George Simon Ohm. Pernyataannya dikenal dengan hukum Ohm yang berbunyi “Hasil bagi beda potensial dengan kuat arus adalah tetap”. Hubungan antara kuat arus I dan tegangan V merupakan hubungan yang linear, artinya makin besar tegangan makin besar pula kuat arus, makin kecil tegangan makin kecil pula kuat arus. Hubungan tegangan dengan kuat arus dapat ditulis sebagai berikut V ~ I V sebanding I Secara umum dapat ditulis V = I . C C adalah konstanta pembanding yang nilainya selalu tetap untuk berbagai V dan I. Konstanta inilah yang disebut hambatan sehingga perumusannya menjadi sebagai berikut V = I x R Jadi, hambatan listrik adalah hasil bagi tegangan beda potensial antara ujungujung penghantar dengan kuat arus yang melalui penghantar tersebut. Jika ditulis dalam bentuk persamaan adalah sebagai berikut R=V/I Dimana R = hambatan, satuannya Ohm V = tegangan, satuannya Volt I = kuat arus, satuannya ampere R adalah faktor pembanding yang nilainya tetap, inilah yang disebut hambatan atau resistansi. Penerapan Hukum Ohm dalam Kehidupan Sehari-hari Alat listrik misalnya lampu pijar, seterika listrik memiliki bagian yang mengalirkan arus listrik yang disebut elemen pemanas. Pada bola lampu pijar, elemen pemanasnya adalah filamen listrik yang terbuat dari tungsten. Filamen listrik ini memiliki hambatan konstan R. Jika bola lampu pijar diberi tegangan V, sesuai dengan hukum ohm, kuat arus listrik yang mengalir melalui filamen adalah I =V/R Tegangan yang diberikan pada suatu alat listrik harus disesuaikan dengan tegangan yang seharusnya diperuntukkan bagi alat itu. Sebagai contoh, jika lampu pijar diberi tegangan yang melebihi tegangan yang seharusnya, elemen pemanas pada lampu pijar akan dilalui oleh arus lebih arus yang melebihi arus yang seharusnya, akan mengakibatkan elemen pemanas rusak. Jika tegangan yang diberikan pada alat listrik lebih kecil daripada tegangan yang seharusnya, maka arus yang mengalir menjadi kurang. Kondisi ini dapat terjadi pada penggunaan kompor listrik dengan tegangan lebih rendah, maka arus yang mengalir juga kurang. Dengan aliran arus yang kurang ini proses pemanasan elemennya menjadi lambat. Contoh lain yang sering dijumpai adalah redupnya lampu pijar ketika mengalami penurunan tegangan. Hambatan Listrik Resistor Komponen listrik yang khusus dibuat untuk menghasilkan hambatan listrik pada suatu rangkaian disebut penghambat atau resistor. Jika penghambat dihubungkan pada suatu rangkaian listrik, penghambat mengurangi kuat arus listrik yang mengalir melalui rangkaian listrik tersebut. Dalam rangkaian-rangkaian yang rumit seperti dalam radio dan televisi, penghambat digunakan untuk menjaga kuat arus dan beda potensial pada nilai yang tertentu besarnya agar komponen-komponen listrik lainnya dalam rangkaian dapat berfungsi secara baik. Sebuah penghambat sederhana biasanya dibuat dari kawat nikhrom yang tipis. Beberapa penghambat yang dijual di pasaran ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Pada gambar itu tampak penghambat variabel tipe berputar yang digunakan sebagai pengatur volume suara radio. Penghambat variabel yaitu suatu penghambat yang nilai hambatan listriknya dapat diubah-ubah. Tipe lain dari penghambat variabel ditunjukkan pada gambar berikut. Penghambat variabel ini dikenal sebagai rheostat, dan digunakan untuk mengubah kuat arus listrik yang mengalir melalui rangkaian listrik. Dengan menggeser posisi kontak luncur, panjang kumparan kawat yang dihubungkan pada rangkaian listrik berubah, dan ini mengubah nilai hambatan listrik kumparan kawat. Akibatnya, kuat arus listrik yang mengalir dari kutub ke kutub berubah. Pada gambar diatas ditunjukkan penghambat variabel yang memiliki tiga kutub yang memungkinkan untuk digunakan sebagai pembagi tegangan atau potensiometer. Potensiometer yang dihubungkan dengan baterai dapat memberikan nilai tegangan listrik mulai dari nol samai dengan tegangan baterai. Mengukur Hambatan Listrik Untuk mengukur hambatan listrik dapat digunakan Ohmmeter. Dengan Ohmmeter besarnya hambatan dapat langsung dibaca pada skala. Salah satu ciri Ohmmeter adalah adanya tanda pada skala alat itu. Biasanya Ohmmeter dipasang bersama-sama dengan Voltmeter dan Amperemeter dalam suatu perangkat alat yang disebut multimeter atau AVO meter Ampermeter, Voltmeter, dan Ohmmeter. Dengan multimeter ini besaran pada rangkaian listrik dapat diukur semua.
Memahami sebuah rangkaian listrik sederhana merupakan hal yang penting. Terlebih rangkaian listrik sendiri sangat erat dengan kegiatan kita di rumah sehari-hari. Sehingga bila terjadi kerusakan pada sebuah instalasi listrik tentu anda akan lebih mengerti meski tidak terlalu menguasai. Rangkaian Listrik Rangkaian listrik dapat diartikan sebagai sebuah jalur atau lintasan yang dialiri elektron dari sumber voltase atau muatan listrik. Sebuah elektron dapat mengalir dari material penghantar arus listrik yang disebut dengan konduktor. Sehingga kabel yang digunakan pada rangkaian listrik untuk mentransfer arus listrik terbuat dari bahan tembaga. Tempat sebuah elektron masuk ke dalam rangkaian listrik disebut dengan sumber listrik. Sementara setiap benda yang menggunakan listrik untuk pengoperasiannya dinamakan sebagai beban listrik. Rangkaian dapat dialiri arus listrik jika Adanya sumber tegangan untuk membuat arus listrik Adanya beban listrik yang di supply sumber tegangan Merupakan rangkaian tertutup Contoh Gambar Gambar di atas merupakan contoh sebuah rangkaian listrik sederhana. Pada gambar di atas, lampu merupakan beban listrik sementara baterai merupakan sumber listrik. Listrik mengalir melalui kabel dan Saklar berguna menyambung maupun memutuskan aliran listrik. Rangkaian Tertutup Rangkaian dengan bola lampu yang menyala dan saklar dalam keadaan tertutup. Rangkaian Terbuka Rangkaian dengan saklar terbuka dan bola lampu tidak akan menyala Umumnya Rangkaian listrik sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel. Namun, ada juga kombinasi dari kedua jenis rangkaian listrik tersebut yang biasa dinamakan rangkaian campuran. Perbedaan mendasar dari rangkaian listrik yaitu pada cara merangkainya. Pada rangkaian seri dirangkai secara sejajar, rangkaian listrik paralel dirangkai secara bercabang sedangkan pada rangkaian campuran merupakan kombinasi keduanya. Rangkaian Listrik Seri Rangkaian listrik seri merupakan rangkaian yang terbilang sangat sederhana, karena komponen-komponennya dirangkai secara lurus dan dalam satu jalur dan berurutan. Sehingga tidak ada cabang sama sekali pada jalur. Misalnya pada sebuah rangkaian yang memiliki dua resistor, namun hanya ada satu jalur kabel yang mengalirkan listrik. Adapun karakteristik dari rangkaian seri antara lain Cara menyusun rangkaian yang mudah dan sederhana. Kabel penghubung pada semua komponen tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian. Arus listrik hanya mengalir pada satu jalur. Artinya bahwa arus listrik yang mengalir pada setiap komponen listrik dalam rangkaian seri mempunyai nilai yang sama. Selain itu bila ada satu jalur atau komponen terputus maka rangkaian tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Arus listrik yang mengalir akah dihambat oleh hambatan pertama, setelah melewati hambatan pertama, arus tersebut akan dihambat lagi oleh hambatan kedua, hambatan ketiga dan seterusnya. Sehingga hambatan total pada rangkaian seri merupakan jumlah total dari semua hambatan yang ada pada rangkaian. Energi listrik yang diberikan sumber tegangan untuk membuat arus listrik didisipasi oleh setiap hambatan yang ada. Artinya bahwa jumlah tegangan pada setiap komponen listrik pada rangkaian seri sama dengan tegangan pada sumber tegangan. Hambatan total pada rangkaian seri merupakan total dari setiap hambatan yang ada sehingga rangkaian seri biasanya difungsikan untuk memperbesar hambatan pada rangkaian. Rumus Rangkaian Seri I = I1 = I2 = I3 V = V1 + V2 + V3 R = R1 + R2 + R3 Rangkaian Listrik Paralel Rangkaian paralel merupakan rangkaian listrik yang komponen-komponennya disusun secara sejajar dimana terdapat lebih dari satu lintasan listrik atau bercabang secara paralel. Misalnya pada sebuah rangkaian yang mempunyai dua resistor dimana terdapat satu kabel untuk setiap resistor. Rangkaian paralel juga merupakan rangkaian yang paling sering digunakan pada instalasi listrik di rumah-rumah. Meski terbilang sedikit rumit dari rangkaian seri, rangkaian ini memiliki lebih banyak keunggulan. Adapun karakteristik rangkaian paralel antara lain Cara membuat rangkaian yang lebih rumit. Semua komponen terpasang secara bersusun dan kabel penghubung rangkaian memiliki percabangan. Karena setiap komponen yang terhubung pada dua titik yang sama dalam suatu rangkaian, sehingga tegangan pada tiap hambatan memiliki nilai yang sama. Jumlah arus listrik pada rangkaian terbagi pada cabang-cabang paralel. Artinya bahwa jumlah arus pada rangkaian sama dengan jumlah total arus yang mengalir dari setiap cabang. Dan nilai arus pada setiap cabang memiliki besar yang berbeda. Nilai arus yang mengalir pada setiap cabang berbanding terbalik dengan besarnya hambatan pada cabang. Pada rangkaian paralel, hambatan totalnya lebih kecil dibanding dengan hambatan pada tiap-tiap komponen penyusunnya. Rumus Rangkaian Paralel Sesuai dengan bunyi Hukum Kirchoff 1 , bahwa besar arus listrik yang masuk pada rangkaian paralel sama dengan besar arus yang keluar. Sehingga bisa dirumuskan seperti berikut I = I1 + I2 + I3 Dan dari bunyi Hukum Ohm, bahwa total hambatan resistor pada rangkaian paralel sama dengan jumlah dari kebalikan hambatan setiap komponen. Sehingga bisa dirumuskan seperti berikut Rangkaian Listrik Campuran Rangkaian listrik campuran merupakan kombinasi dari rangkaian seri dan rangkaian paralel. Biasanya untuk karakteristik maupun hukum yang berlaku pada rangkaian campuran juga mengikuti kedua rangkaian. Rumus rangkaian campuran Hukum Kirchoff 1 Untuk memahami sebuah rangkaian listrik Seri, Paralel dan Campuran lebih jelas dan lengkap, ada baiknya mempelajari arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut. Seorang Ahli Fisika dari Jerman bernama Gustav Robert Kirchhoff mengemukakan Hukum Kirchhoff pada tahun 1845. Hukum Kirchhoff ini memiliki fungsi dalam menganalisis arus dan tegangan dalam sebuah rangkaian listrik. Pada Hukum Kirchhoff 1 merupakan Hukum Kirchhoff yang sangat berkaitan dengan arah arus pada titik percabangan. Bunyi Hukum Kirchhoff 1 “Pada sebuah rangkaian listrik bercabang, besar kuat arus yang masuk pada suatu titik percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik itu.” Rumus Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel Kelebihan Dan Kekurangan Rangkaian Listrik Seri Kelebihan Rangkaian seri menggunakan komponen sedikit dibanding dengan rangkaian paralel. Mampu mendeteksi adanya kerusakan dengan lebih cepat. Nilai kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian adalah sama dan lebih hemat listrik. Kekurangan Memiliki energi potensial yang tidak sama, sehingga bila diaplikasikan pada rangkaian bohlam menyebabkan nyalanya juga tidak sama. Bohlam yang dirangkai paling jauh dari sumber tegangan akan menyala paling redup. Karena memiliki satu sumber tegangan, maka apabila salah satu komponen mati maka seluruh komponen juga akan mati. Kelebihan Dan Kekurangan Rangkaian Listrik Paralel Kelebihan Jika salah satu hambatan mengalami mati tidak akan mempengaruhi hambatan yang lain. Memiliki energi potensial yang sama besar pada setiap titik rangkaian. Pada pengaplikasian bohlam dalam rangkaian, maka nyala masing-masing bohlam tidak berbeda, antara terdekat maupun yang terjauh dari sumber tegangan. Kekurangan Lebih boros dalam penggunaan listrik dan pemakaian komponen penyusun. Memiliki nilai kuat arus yang berbeda di antara satu titik dengan titik yang lain.
rangkaian listrik pada gambar diatas disusun secara